Hikayat Bunga Kemuning

                Hikayat Bunga Kemuning

Dahulu kala, hiduplah seorang Raja yang memiliki 10 orang putri yang diberi nama dengan berbagai nama-nama warna. Permaisuri sendiri telah lama meninggal usai melahirkan anak bungsu mereka, Putri Kuning. Berbeda dengan anak-anaknya yang lain, Putri Kuning ini mempunyai perilaku yang amat baik, tidak seperti kakak-kakaknya yang bandel dan manja.

Suatu hari, sang Raja hendak pergi ke suatu tempat untuk suatu keperluan. Ke-9 putri-putrinya meminta dibawakan oleh-oleh yang mewah dari sang Raja. Sementara itu, Putri Kuning tidak meminta apa pun, dan hanya berharap supaya Ayahnya pulang dengan selamat.

Singkat cerita, sang Raja pulang membawa oleh-oleh. Namun, oleh-oleh tersebut tidak diberikan untuk ke-9 putrinya, melainkan kepada Putri Kuning seorang. Putri Hijau dan saudara-saudara Putri Kuning lainnya cemburu dan berniat untuk memberi pelajaran kepada adik mereka.


Tanpa sepengetahuan sang Raja, Putri Kuning dipukul oleh kakak-kakaknya hingga meninggal dan dikuburkan di suatu tempat yang tak jauh dari istana. Mengetahui anaknya menghilang, sang raja pun mencari-cari putri bungsunya, namun tak juga ditemukan.

Suatu saat, sang Raja melihat sebuah bunga berwarna kuning yang tumbuh di sebuah tanah. Ternyata, tanah tersebut adalah kuburan dari anak bungsu sang Raja. Melihat bunga itu, sang Raja pun lantas menamainya dengan bunga kemuning.


Unsur Intrinsik :

Tema : Kekeluargaan, Kerajaan, Kasih Sayang seorang Anak terhadap Ayahnya. 

Penokohan :
Protagonis       : Raja dan Putri Kuning
Antagonis        : Kakak-Kakak Putri Kuning
Karaker tokoh-tokoh
Raja : bijaksana, penyayang 
Putri kuning : baik hati, penyabar 
Kakak-kakak putri kuning : nakal, manja, jahat, mudah iri.
 
Latar : 
1.    Latar tempat : Kerajaan, Taman
2.    Latar waktu : Dahulu kala, Suatu Hari
3.    Latar suasana : Sedih 

Amanat :
-Berlaku baiklah kepada sesama saudara kita
-Berfikirlah terlebih dahulu ketika kita akan bertindak